Perkembangan Alat Elektronik Dulu Hingga Sekarang

Assalamualaikum.wr.wb





Awal mulanya elektronika lahir atas tuntunan dan kebutuhan manusia akan teknologi baru seperti pesawat telepon dan sejenisnya. Beberapa literatur mengatakan bahwa perkembangan elektronika diawali dari pengamatan sebuah sinar katoda yang dilakukan oleh fisikawan, matematikawan dan insinyur terkemuka di dunia. Sejarah mencatatat bahwa ada banyak sekali ilmuan yang bergerah di bidang elektronika yang berhasil mengembangkan ilmu elektronika hingga tumbuh sampai sekarang.

Pada zaman dahulu sebelum adanya alat elektronika seperti televisi,radio atau alat-alat elektronik yang lainnya yang dapat memberikan suatu informasi kepada masyarakat, masyarakat susah sekali bahkan lama untuk memperoleh suatu informasi,tetapi di zaman sekarang ini dipastikan setiap rumah pasti mempunya televisi, radio atau alat-alat elektronik yang lainnya yang dapat menghasilkan suatu informasi, maka dari itu mereka dapat dengan cepat memperoleh dan menangkap suatu informasi tanpa harus menunggu lama seperti zaman dahulu ini dapat dikatakan pengaruh positif yang datang dari alat elektronik terhadap masyarakat.



Sebenarnya masih banyak lagi pengaruh positifnya seperti halnya pola pikir anak bangsa menjadi semakin maju dan berkembang karena terdapat alat-alat yang semakin canggih maka mereka pun ingin menciptakan hal-hal yang baru.

Sejarah elektronika dimulai dari abad ke-20 dengan melibatkan tiga buah komponen utama yaitu tabung hampa udara (vacuum tube), trainsistor dan sirkuit terpadu(integrated circuit). Pada tahun 1883, Thomas Alva Edision berhasil menemukan bahwa electron bisa berpindah dari sebuah konduktor ke konduktor lainnya melewati ruang hampa. Penemuan konduksi atau perpindahan ini dikenal dengan nama efek Edison.

     1.Radio
Radio Jadul

Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio Edwin Armstrong yang menciptakan sirkuit superheterodyne 1981.

Sirkuit ini punya kemampuan seleksi yang tinggi. Armstrong pula berjasa mengembangkan sistem siaran FM pada 1933 yang dikenal sebagai "Bapak penemu radio FM". Namun hak paten atas amplifer jatuh ketangan Dr.Lee deforest. Sampai saat ini radio amplifier masih menjadi teknologi inti pada pesawat radio. Untuk memperkenalkan temuannya pada dunia, pada tahun 1940 Armstrong mendapat izin untuk mendirikan stasiun radio FM pertama yang didirikan di Alpine, New Jersey.


Radio Modern


Berkat temuannya tersebut 1941, Insitut Franklin memberi penghargaan kepada Armstrong berupa medali Franklin yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi komunitas ilmuwan. Kekalahannya dalam sengketa selama bertahun-tahun dengan perusahaan yang telah memanfaatkan hak ciptanya, tak berpengaruh terhadap pemberian medali Franklin tersebut.Armstrong harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Sang penemu gelombang radio FM tersebut diketemukan mati bunuh diri di tahun 1954. Istrinya Marion Maclnnes, yang menjadi pewaris hasil temuan Armstrong melanjutkan perjuangan suaminya bertempur di persidangan dan memenangkan jutaan dolar. Atas kejernihan suara yang dihasilkannya, saluran FM mendominasi sistem radio dan bahkan digunakan untuk komunikasi oleh Badan Antariksa Nasional Amerika, NASA.

   2.Televisi

Televisi Jadul

Mungkin susah untuk di percaya. Namun penemuan cakram metal kecil berputar dengan banyak lubang didalamnya yang ditemukan oleh seorang mahasiswa di Berlin-Jerman,23 tahun,Paul Nipkow (1883),merupakan cikal bakal lahirnya televisi.


Kemudian di sekitar tahun 1920, para pakar lainnya seperti John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins,menggunakan piringan Nipkow ini untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar,tranmisi dan penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik,baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Saat itu belum ditemukan Cathode Ray Tube (CRT).

Televisi Modern


Vladimir Zworykin yang merupakan salah satu dari bebrapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA ( Radio Corporation of America ). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Insinyur lain, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.



Baik Farnsworth maupun Zworykin bekerja terpisah dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangan terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik.


1939, RCA dan Zworykin siap untuk program regular televisinya dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada  World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini menyebabkan the National Television Standards Committee (NTSC) memutuskan sudah saatnya untuk menstadarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu sudah mengkoversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.

Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sayang sekali bahwa sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh  negara. CBS, yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka, harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia.

RCa, yang belajar dari pengalaman CBS, mulai membangun sistem warna mereka sendiri. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu juga untuk di terima di sistem hitam putih(BW). Setelah RCA memamerkan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial tahun 1953.

Dimulai dari dissertasi PHD Larry Weber dari Universitas Illinois pada 1975 yang berhasil membuat tampilan plasma berwarna dan akhirnya berhasil mencapai tujuan tersebut pada 1995. Sekarang ini sangat terangnya dan sudut pandang lebar dari panel berwarna plamsa telah menyebabkan tambpilan ini kembali mendapatkan kepopulerannya. Masing-masing teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

Banyak sebagian orang menyatakan kalau gambar yang dihasilkan TV LCD dan plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat berumur panjang jika kita memakai terus-menerus jika kalau di bandingkan dengan TV CRT atau yang dikenal sebagai TV biasa yang kebanyakan orang pakai pada umumnya.

Komentar

Postingan Populer